"MAK"

image hosted by imageshack.us

Selasa, 26 Agustus 2008

cantengan

Dianggap bukan masalah serius, cantengan ternyata bisa menimbulkan komplikasi serius. Kalau sudah begitu, operasi pun menjadi pilihan terakhir untuk mengatasinya.
Cantengan atau paronychia adalah kondisi saat kuku masuk ke dalam jaringan, pada sela-sela kuku kaki dan kulit. Tidak hanya membuat penampilan seseorang menjadi tidak menarik, juga bisa menyebabkan kuku lepas. Kalau sudah begitu, rasa sakitnya bisa sampai ke ubun-ubun.

Spesialis kulit dan kelamin dari RS Marinir Cilandak dr Abdul Gayam SpKK mengatakan, cantengan hadir di sela-sela kuku. Bisa terjadi karena tertusuk duri kecil, menggunting kuku yang terlalu pendek, sering basah, dan kotoran atau kaus kaki yang lembap.

“Kalau sudah begitu, kulit akan menjadi cantengan dan menimbulkan rasa sakit, bahkan bernanah.Bila tidak segera diobati, cantengan bisa menyebabkan kuku lepas dengan sendirinya,” ujarnya.

Menurut Beauty Consultant Dermozone ini, untuk mengatasi keluhan tersebut, kuku yang belum lepas tidak boleh langsung dicabut. Sebaiknya, diberikan antibiotik terlebih dulu, baik yang diminum maupun dioleskan sampai radang berkurang. Baru setelah itu dicabut.

Nah, bagi penderita yang sudah berhasil sembuh perlu waspada kemungkinan cantengan muncul kembali di tempat yang sama.

“Untuk menghindarinya, usahakan kuku tetap kering, terutama bila habis disiram karena bisa menimbulkan kelembapan yang merupakan sumber infeksi,” ungkapnya.

Selain itu, Abdul Gayam mengungkapkan, saat membersihkan kotoran di sela kuku, lakukanlah dengan hati-hati. Sebaiknya gunakan alat khusus untuk mencongkel kotoran kuku yang biasanya terdapat pada alat pemotong kuku.

Mencongkel dengan hati-hati tidak akan merusak jaringan di sekitar kuku. Namun, jangan mencongkel kotoran kuku dengan benda tajam karena bisa menusuk daging kuku hingga menjadi bengkak.

Sementara itu, pakar kesehatan dr Hendrawan Nadesul, cantengan memang sering membandel jika salah penanganan, kurang tertib, dan keliru menggunting kuku.

Awalnya, lantaran kuku jempol kaki digunting terlalu pendek dan mungkin terjadi luka yang tidak dirawat secara bersih. Dengan begitu terbentuk infeksi di sela kuku. Infeksi jemari inilah yang mengawali terjadinya cantengan.

Pada orang-orang tertentu, konstruksi kuku jempol kaki lebih cembung dan kedua sisi melekuk lebih dalam. Akibatnya, sukar menggunting bisa sampai sapat atau terpenggal sama sekali ke kedua sisi tepi kuku.

“Menggunting kuku yang tidak sempurna sampai kedua pinggir kuku berakibat kuku di bagian ini lebih panjang dan terus bertambah panjang. Bagian pinggir kuku yang lebih panjang ini suatu saat akan menusuk kedua sisi daging jempol kaki di depannya,” tutur Hendrawan.

Dia mengungkapkan, kejadian daging jemari tertusuk kuku lebih cepat terjadi jika memakai sepatu yang sempit.Jempol dan tepinya tertekan ujung sepatu. Dengan begitu kuku yang terbenam di pinggiran kuku menusuk daging kedua tepi jempolnya.Tusukan taji kuku jempol ini sering menjadi penyebab terjadinya cantengan.

“Agar peristiwa tertusuk taji tidak terjadi, kuku jempol kaki harus rutin dipangkas sampai sapat kedua pinggirannya. Tak cukup dengan gunting kuku. Kedua bagian pinggir kuku perlu dikorek dengan kuku jari tangan, bantuan pisau lipat, atau pisau di gunting kuku,” ucapnya.

Begitu selesai menggunting kuku kaki, sebaiknya langsung dibubuhi alkohol 70% menjaga luka yang mungkin terjadi akan tercemar kuman. Jemari kaki wilayah tubuh yang paling gampang tercemar kotoran berbibit penyakit dari sepatu dan tanah.

Dia menjelaskan, jika sehari sehabis menggunting kuku jempol kaki terasa nyeri, mungkin itu awal dari cantengan. Jangan biarkan keluhan kecil ini jika tak mau cantengan tak mempan diobati dengan obat, hingga harus dioperasi. Ketika masih di awal-awal, sebelum jempol membengkak dan kuku belum tenggelam dan menusuk ke dalam daging, salep dan obat antibiotik masih mungkin menyembuhkan.

Cantengan hingga kini belum ada obatnya, hanya ada cara pencegahan, yaitu dengan memotong kuku secara teratur. Jika merasa sakit pada tepi kuku jempol kaki, guntinglah kuku tersebut meski terasa sakit. Bila kuku yang panjangnya tidak normal itu berhasil digunting, rasa sakit pun akan hilang dan sembuh.

Spesialis kulit dan kelamin dari Puan Butique dr Amaranila Lalita Drijono SpKK mengatakan, biasanya tindakan mengatasi cantengan melalui operasi kecil dengan memotong sebagian kuku yang disebut dengan roser plasty, namun tindakan ini dianggap kurang efektif.

Karena jika infeksi yang dialami penderita sudah berulang- ulang, tindakan ini tidak dapat menghentikan trauma. Tindakan roser plasty hanya mengobati sementara, jaringan kulit yang baru tumbuh akan menjadi lebih keras dibandingkan yang lama.

“Adanya jaringan parut/ikat dan berubahnya rel/jalur pertumbuhan kuku, akan membuat kuku baru tumbuh menyimpang dan kembali menusuk kulit sehingga dipastikan trauma infeksi akan terulang,” tandasnya.

3 komentar:

tau mangkasara'...... mengatakan...

Wow,,,sunGGuh baGus artikel ini!!!
Setelah selama ini saya bingung mengatasi cantengan,,,ternyata ada kiat2nya juga...

Anca mengatakan...

cantengan memang bikin kita tidak percaya diri

Zulkarnaen mengatakan...

Buat teman2 yang mempunyai masalah dengan kuku cantengan, saya punya informasi bagus, silahkan klik www.kukucantengan.com, mudah2an bermanfaat...

koran digital....

Image Hosted by ImageShack.us